Bone, Global Terkini- Koperasi Bakti Husada beranggotakan ribuan orang dari jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bone kini tengah menghadapi kondisi kurang sehat, Kamis 30 April 2026.
Banyak pensiunan diduga belum menerima pengembalian simpanan wajib mereka, meski masa keanggotaan telah berakhir.
Ketua Koperasi Bakti Husada, H. Rostang, yang juga sebagai Direktur RSUD Datu Pancaitana, mengakui adanya kendala yang dihadapi pengurus dalam mengelola keuangan koperasi.
Kendala utama, menurut dia, adalah masih banyak anggota yang memiliki pinjaman dan tidak lancar melakukan pembayaran angsuran.
Selain itu, kondisi koperasi semakin diperparah sejak tidak lagi diberlakukannya sistem pemotongan otomatis simpanan wajib melalui Bank Sulselbar. Akibatnya, pembayaran jadi tidak rutin dan cenderung menurun.
“Simpanan wajib anggota sudah tidak lancar,” katanya.
Situasi ini berdampak pada likuiditas koperasi sehingga proses pengembalian simpanan kepada anggota pensiun mengalami keterlambatan.
Sejumlah pihak berharap pengurus koperasi mengambil langkah konkret menyehatkan kembali kondisi keuangan, termasuk memperketat penagihan terhadap anggota yang menunggak, serta mencari solusi agar sistem pembayaran simpanan kembali berjalan efektif.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan semakin membebani koperasi dan merugikan anggota, khususnya mereka yang telah memasuki masa pensiun dan sangat membutuhkan haknya.













