NewsPeristiwa

Kelangkaan Solar di Bone, Sopir Truk Rela Bermalam di SPBU

×

Kelangkaan Solar di Bone, Sopir Truk Rela Bermalam di SPBU

Sebarkan artikel ini
Kolase foto truk-truk antre hingga bermalam di SPBU untuk dapat mengisi solar.

Bone, Global Terkini- Malam itu, deretan truk besar tersusun rapi di halaman SPBU Palakka, Kabupaten Bone. Lampu-lampu sorot kendaraan menyala, sementara para sopir memilih beristirahat di dalam kabin, menunggu giliran yang entah kapan tiba.

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis bio solar di sejumlah SPBU di Bone dalam beberapa pekan terakhir membuat mereka harus mengorbankan waktu dan tenaga.

“Sangat susah. Kami bersama teman-teman rela bermalam di SPBU Palakka demi solar,” ujar Andi, sopir truk lintas kabupaten.

Andi bercerita, stok solar kerap habis lebih cepat dari perkiraan. Untuk itu, para sopir memilih berjaga dari malam hingga pagi.

Baca Juga :   Demo PMII Bone Ricuh, Kasatpol PP Diduga Picu Ketegangan Akibat Emosi saat Dialog

“Daripada tidak dapat bagian karena siang sudah habis, jadi kami pilih menunggu semalaman,” katanya.

Namun penantian panjang itu tidak selalu berbuah manis. Setelah berjam-jam antre, mereka kerap mendapat alasan dari petugas bahwa sistem tengah mengalami gangguan.

“Itu terus alasannya, eror. Tapi setelah jeriken datang, baru normal. Rasanya sakit hati. Perjuangan kami dari semalaman tidak dihargai. Kadang jeriken duluan diisi daripada mobil, padahal kami sudah antre lebih lama,” keluhnya.

Keluhan itu memunculkan kecurigaan adanya permainan distribusi BBM subsidi di lapangan. Para sopir berharap ada pengawasan ketat dari aparat dan pemerintah agar penyaluran solar benar-benar adil, terutama bagi kendaraan operasional yang menggantungkan hidup dari jalanan.

Baca Juga :   HMI Sebut Pemda Bone Tidak Becus Kelola Anggaran

Menanggapi tudingan tersebut, Manajer SPBU Palakka, Yenni, membantah adanya praktik mendahulukan jeriken ketimbang kendaraan.

“Ini tidak benar. Bisa dikroscek di CCTV. Setiap ada penerimaan BBM, bongkar langsung terjual. Hanya saja beberapa hari terakhir ini mesin kami ada kendala. Kadang tiba-tiba mati jika panas. Harus menunggu sampai satu jam baru bisa difungsikan lagi. Ini masih menunggu teknisi Tatsuno untuk datang melakukan service,” jelas Yenni.

Ia menerangkan, antrean panjang biasanya memang terjadi sejak malam hari.

“Biasanya antre jam 22.00 ke atas. Tangki solar tiba sekitar pukul 01.30, bongkar 30 menit, lalu penjualan dimulai jam 02.00. Kalau ada stok, langsung kami jual, karena SPBU buka 24 jam. Hanya saja memang dispenser kami beberapa hari terakhir ini ada kendala,” pungkasnya.

Baca Juga :   Kepala OPD Mandul Komunikasi, DPRD Mamasa: Copot Saja!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://transparansiindonesia.co.id/data/ https://sulutaktual.com/wp-includes/ https://tracerstudy.idu.ac.id/assets/ https://formulir.smanda.sch.id/tmp/ mpp.boyolali.go.id/assets/ https://suratkominfo.hstkab.go.id/data/ https://bank-bindowal.com/data/ https://e-office.maybratkab.go.id/news/ https://alumni.widyatama.ac.id/daftar/ OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY GB777 slot gacor GB777 GB777 slot gacor GB777 slot gacor oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro Slot Gacor Slot Gacor
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY